Selasa, 21 Mei 2013

Kehidupan DI Bumi

"Asal Mula Kehidupan Di Bumi"
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan mengalami kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya disebut biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan antara makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilingnya.
Fakta menunjukkan bahwa bumi kita sejak awal sudah memanggul kehidupan. Menurut dugaan, usia bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun, namun hadirnya kehidupan diatas bumi berubah sekitar 2000 juta tahun yang lalu dan ini berawal dari makhluk yang sangat sederhana. Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode ini pula diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari berbagai penelitian yang dilakukan didapatkan batu-batuan yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau fosil.
Beberapa teori mengenai asal mula kehidupan di bumi :
  1. Teori Cozmozoa
Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa dari tempat lain di alam semesta.
  1. Teori Fluger
Teori menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, yang mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa cyanogens. Senyawa tersebut selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup
  1. Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan organik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaaan kompleks itu tercapai maka akan munculluah kehidupan
  1. Teori Allen
Teori ini menyatakan bahwa pada saat keadaan fisik bumi seperti keadaan sekarang beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari yang kemudian diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari mater-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup
  1. Teori Transendental
Teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup yang diciptakan oleh super nature atau Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan ilmu pengetahuan atau sains

Sumber :

Rabu, 24 April 2013

Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan Manusia

"Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan Manusia Dalam Kehidupan Sehari-hari"

Seperti yang kita ketahui, teknologi sudah ada sejak dulu. Sampai pada era globalisasi yang semakin mengedepankan teknologi yang membuat manusia seakan menjadikan teknologi sebagai kebutuhan primer. Baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya dengan cara mudah dan instan. Kemajuan IPTEK yang terjadi dewasa ini tidak dapat kita hindari lagi. Karena pada satu sisi, perkembangan IPTEK yang terjadi telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Namun disisi lain, perkembangan IPTEK yang semakin canggih telah membuat manusia menjadi malas karena disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang telah ada dan tersedia. Realita keprihatinan itu muncul akibat pergerakan dampak perkembangan IPTEK yang memang tidak segaris lurus dengan pencipta kesejahteraan masyarakat dalam rangka kebijakan IPTEK secara nasional.
Perkembangan IPTEK yang semakin pesat mempengaruhi gaya kehidupan yang semakin mencolok yang dikarenakan perkembangan tersebut mempengaruhi model berkomunikasi untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari. Salah satu perkembangan IPTEK yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari adalah, internet dan kemudahan mengaksesnya. Dahulu, internet mungkin masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit bagi orang awam. Namun sekarang internet sudah dijadikan kebutuhan yang primer bagi sebagian orang tersebut. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua. Selain itu, untuk mengakses internet kita tidak perlu repot-repot membawa komputer kemana-mana karena sekarang sudah banyak diciptakan barang-barang elektronik yang canggih dan tidak memerlukan tempat yang besar untuk menyimpannya. Misalnya, handphone (smartphone), tab, laptop, notebook dan lain-lain. Dengan handphone kita dapat mengakses internet dengan mudah dan cepat dimana saja dan kapan saja. Begitu juga dengan alat elektronik yang lain. Asalkan alat-alat tersebut dapat dihubungkan dengan internet. Misalnya kita bisa memakai modem atau mengandalkan wifi yang sekarang sudah dipasang dimana-mana secara gratis. Internet bukan hanya dapat dijadikan media pencari informasi namun dapat juga dijadikan sebagai media sosial untuk berhubungan dengan orang lain yang berada di seluruh penjuru dunia.
Semakin berkembangnya IPTEK di Indonesia, maka informasi dan komunikasi di Indonesia pun ikut berkembang. Di era globalisasi ini, kita harus bisa mengenal, memahami dan memilah-milih berbagai perkembangan IPTEK yang dapat kita ikuti atau kita tinggalkan. Perkembangan IPTEK yang ada memberikan dampak positif berupa : Memberikan berbagai kemudahan yang mampu membantu manusia dalam beraktifitas, Mempermudah meluasnya berbagai informasi, serta Menambah pengetahuan dan wawasan. Namun, kemajuan IPTEK tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga dampak negatif berupa : Mempengaruhi pola berpikir manusia karena setiap harinya masyarakat kita disajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagai media elektronik, Hilangnya budaya tradisional.
Dalam menyikapi perkembangan teknologi yang ada, semuanya tergantung dari pribadi kita masing-masing. Pandai-pandailah kita memanfaatkan media yang telah tersedia dan memilih yang bernilai positif. Ambillah hal yang perlu dan jadikanlah hal yang bernilai negative sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan. Perkembnagan ini akan memberikan pengetahuan yang banyak dan berguna bagi orang-orang yang dapat memanfaatkannya secara benar.
Sumber :

Kamis, 14 Maret 2013

Perkembangan Alam Pikiran Manusia


“Bagaimana Alam Pikiran Manusia Berkembang?”

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena pada saat diciptakan, manusia diberikan akal dan pikiran serta memiliki kemampuan otak yang lebih baik dibandingkan makhluk lain sehingga memudahkan manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, manusia pun diberikan oleh Tuhan rasa keingintahuan yang mendorong manusia untuk mengenal, memahami, menjelaskan gejala-gejala alam, dan lain-lain yang membuat alam pikiran manusia dapat berkembang. Akan tetapi, manusia bukan hanya memiliki kelebihan saja melainkan memiliki kelemahan juga misalnya keterbatasan fisik seperti ukuran, kekuatan, kecepatan dan pancaindra bila dibandingkan dengan makhluk lain.

Pada dasarnya, alam pikiran manusia mulai terbentuk saat ia masih bayi. Ketika ia mulai beranjak anak-anak yang mulai bisa mengamati lingkungan sekitarnya, saat itulah mulai muncul bermacam-macam pertanyaan didalam pikirannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anak-anak masih sangat membutuhkan bantuan dari orang terdekatnya untuk memuaskan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikirannya, misalnya ibu, ayah, kakak. Kegiatan bertanya kepada orang terdekatnya itulah yang dapat membuat alam pikiran anak dapat berkembang dengan pesat. Namun, alam pikiran yang dimiliki seorang anak akan melemah jika orang-orang disekelilingnya terlalu sibuk, tidak memperdulikannya, terlalu malas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh anak tersebut. Dengan demikian perkembangan alam pikiran anak tersebut akan terhambat.

Selain itu, perkembangan alam pikiran manusia juga dapat mulai terbentuk pada zaman purba hingga dewasa ini. Pada zaman purba, manusia sudah menghadapi berbagai teka-teki yang ada, misalnya terbit dan terbenamnya matahari, pertumbuhan pembiakkan makhluk hidup dan lain-lain. Karena rasa keingintahuan yang dimiliki manusia pada zaman purba sangat kuat, maka mereka mulai menyelidiki apa yang terjadi, apa penyebabnya dan apa akibatnya. Meskipun semua orang memiliki rasa keingintahuan, tetapi tidak semua orang mampu dan mau mengadakan penyelidikan sendiri. Banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada, misalnya dengan bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Pengetahuan yang telah didapatkan dan terkumpul itulah yang akan diwariskan dari generasi ke generasi setelahnya atau selalu bertambah sesuai dengan pengetahuan yang baru didapat.

Perkembangan alam pikiran manusia juga dapat disebabkan oleh rangsangan dari luar tanpa dorongan dari dalam yang berupa rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia menyebabkan pengetahuan mereka berkembang. Dengan cara mengamati segala peristiwa yang ada disekitarnya. Pengamatan-pengamatan yang ditangkap melalui pancaindra merupakan objek rasa ingin tahunya. Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban dari segala yang diamatinya. Manusia akan terus berusaha  mencari jawabannya bukan hanya dari satu sudut pandang saja melainkan dari segalau sudut pandang sedalam-dalamnya (sampai ke inti hakikatnya) sampai mereka merasa puas akan jawaban yang mereka dapatkan. Jadi dengan kata lain, alam pikiran manusia berkembang karena adanya dorongan dari dalam diri mereka yang berupa rasa ingin tahu.

Sumber :

Senin, 05 November 2012

Manusia dan Cinta Kasih



Manusia dan Cinta Kasih

A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
  
B.    Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada sesuatu atau seseorang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama, tetapi terdapat perbedaan juga diantara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih yang dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan.
a). Keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati.
b). Keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.
c). Kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Di dalam kitab Suci Alqur’an, ditemukannya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
       Manusia dalam kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin memiliki seutuhnya. Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka akan timbul rasa cinta sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta yang mendalam, dalam artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah pasti cinta. Rasa suka seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa cinta kasih.

Sumber:
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)

Manusia dan Keindahan



Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian berupa seni rupa, seni suara, maupun seni pertunjukkan yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaan yang dapat dibanggakan.
Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, keindahan juga dapat dikatakan bagian hidup manusia. Dimanapun, kapan pun, dan siapa pun dapat  menikmati keindahan.

A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

B.    Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah berupa segala sesuatu hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah dan lain-lain. Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Pengertian keindahan menurut beberapa ahli :
a). Herbet Read berpendapat bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
b). Thomas Aquinos berpendapat bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila dilihat.
c). Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan diterjemahkan dengan kata beautiful , bahasa Perancis keindahan diterjemahkan dengan kata beau , bahasa Italia dan Spanyol keindahan diterjemahkan dengan kata bello. Kata-kata tersebut berasal dari bahasa latin bellum sedangkan akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan. Kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi bonellum dan terakhir dipendekkan menjadi bellum.
Keindahan terbagi menjadi dua macam, yaitu :
-          Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak adalah keindahan yang tidak dapat terlihat secara fisik dan bersifat tidak beraturan tetapi nilai keindahan tersebut dapat dirasakan.
-          Keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang dapat terlihat , dirasakan dan dapat dikenang selama kita mengingatnya.


Menurut luasnya, keindahan dibedakan menjadi 3 pengertian, yaitu :
-          Keindahan dalam arti luas adalah keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
-          Keindahan dalam arti estetik murni adalah keindahan yang menyangkut pengalaman estetik seorang dlam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
-          Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan adalah keindahan yang hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan warna atau suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda diantar benda tersebut dengan si pengamat.
Dalam Keindahan terdapat Nilai Intrinsik dan Nilai Ekstrinsik. Nilai Intrinsik adalah nilai yang terkandung dari benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : dalam suatu tarian, nilai intrinsik itu berupa pesan-pesan yang mengandung makna tertentu dari keindahan setiap gerakan tarian tersebut. Sedangkan Nilai Ekstrinsik adalah nilai yang berasal dari luar benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat membantu. Contohnya : dalam suatu tarian, nilai ekstrinsik berupa kostum dan aksesoris lainnya yang mendukung gerakan tarian tersebut agar terlihat lebih indah.

C.     Hubungan Manusia dan Keindahan 
Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tersebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya. Dengan akal pikiran, manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang berakhir pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan kehendak atau keinginan pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri. Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan dan yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia tidak lain hanyalah sesuatu yang baik dan indah. Maka keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia karena dengan keindahan itu manusia merasa hidup nyaman. 
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terealisasikan. Ditambah lagi dengan anugerah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan. Oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu, manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedangkan manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

Sumber :
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)

Manusia dan Penderitaan


Manusia dan Penderitaan
A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

B.    Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

C.     Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang maka timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.

D.    Kekalutan Mental (Frustasi)
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus dibatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental :
-         Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung.
-          Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
-          Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
-          Terjadinya konflik sosial budaya.
-          Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

E.     Penyebab Munculnya Penderitaan
-          Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini muncul karena disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan.

-          Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan rasa optimis lah yang dapat menjadi usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
F.     Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada di jagad raya ini dan yang menciptakan makhluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tidak pernah terikat dengan penderitaan.
Manusia memiliki sifat ingin terpenuhi segala hasrat dan keinginannya dan selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuhkan air dan udara, dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apabila salah satu diantara kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami penderitaan.
Banyak yang salah menafsirkan dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan kemudian rasa sakit yang terkadang membuat manusia mengalami kekuatan mental. Dalam menghadapi penderitaan tersebut manusia diharuskan memiliki sifat ketabahan.

Sumber :
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)