Kamis, 14 Maret 2013

Perkembangan Alam Pikiran Manusia


“Bagaimana Alam Pikiran Manusia Berkembang?”

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena pada saat diciptakan, manusia diberikan akal dan pikiran serta memiliki kemampuan otak yang lebih baik dibandingkan makhluk lain sehingga memudahkan manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, manusia pun diberikan oleh Tuhan rasa keingintahuan yang mendorong manusia untuk mengenal, memahami, menjelaskan gejala-gejala alam, dan lain-lain yang membuat alam pikiran manusia dapat berkembang. Akan tetapi, manusia bukan hanya memiliki kelebihan saja melainkan memiliki kelemahan juga misalnya keterbatasan fisik seperti ukuran, kekuatan, kecepatan dan pancaindra bila dibandingkan dengan makhluk lain.

Pada dasarnya, alam pikiran manusia mulai terbentuk saat ia masih bayi. Ketika ia mulai beranjak anak-anak yang mulai bisa mengamati lingkungan sekitarnya, saat itulah mulai muncul bermacam-macam pertanyaan didalam pikirannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anak-anak masih sangat membutuhkan bantuan dari orang terdekatnya untuk memuaskan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikirannya, misalnya ibu, ayah, kakak. Kegiatan bertanya kepada orang terdekatnya itulah yang dapat membuat alam pikiran anak dapat berkembang dengan pesat. Namun, alam pikiran yang dimiliki seorang anak akan melemah jika orang-orang disekelilingnya terlalu sibuk, tidak memperdulikannya, terlalu malas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh anak tersebut. Dengan demikian perkembangan alam pikiran anak tersebut akan terhambat.

Selain itu, perkembangan alam pikiran manusia juga dapat mulai terbentuk pada zaman purba hingga dewasa ini. Pada zaman purba, manusia sudah menghadapi berbagai teka-teki yang ada, misalnya terbit dan terbenamnya matahari, pertumbuhan pembiakkan makhluk hidup dan lain-lain. Karena rasa keingintahuan yang dimiliki manusia pada zaman purba sangat kuat, maka mereka mulai menyelidiki apa yang terjadi, apa penyebabnya dan apa akibatnya. Meskipun semua orang memiliki rasa keingintahuan, tetapi tidak semua orang mampu dan mau mengadakan penyelidikan sendiri. Banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada, misalnya dengan bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Pengetahuan yang telah didapatkan dan terkumpul itulah yang akan diwariskan dari generasi ke generasi setelahnya atau selalu bertambah sesuai dengan pengetahuan yang baru didapat.

Perkembangan alam pikiran manusia juga dapat disebabkan oleh rangsangan dari luar tanpa dorongan dari dalam yang berupa rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia menyebabkan pengetahuan mereka berkembang. Dengan cara mengamati segala peristiwa yang ada disekitarnya. Pengamatan-pengamatan yang ditangkap melalui pancaindra merupakan objek rasa ingin tahunya. Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban dari segala yang diamatinya. Manusia akan terus berusaha  mencari jawabannya bukan hanya dari satu sudut pandang saja melainkan dari segalau sudut pandang sedalam-dalamnya (sampai ke inti hakikatnya) sampai mereka merasa puas akan jawaban yang mereka dapatkan. Jadi dengan kata lain, alam pikiran manusia berkembang karena adanya dorongan dari dalam diri mereka yang berupa rasa ingin tahu.

Sumber :