“Bagaimana
Alam Pikiran Manusia Berkembang?”
Manusia
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk
lainnya. Karena pada saat diciptakan, manusia diberikan akal dan pikiran serta
memiliki kemampuan otak yang lebih baik dibandingkan makhluk lain sehingga
memudahkan manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, manusia
pun diberikan oleh Tuhan rasa keingintahuan yang mendorong manusia untuk
mengenal, memahami, menjelaskan gejala-gejala alam, dan lain-lain yang membuat
alam pikiran manusia dapat berkembang. Akan tetapi, manusia bukan hanya
memiliki kelebihan saja melainkan memiliki kelemahan juga misalnya keterbatasan
fisik seperti ukuran, kekuatan, kecepatan dan pancaindra bila dibandingkan
dengan makhluk lain.
Pada
dasarnya, alam pikiran manusia mulai terbentuk saat ia masih bayi. Ketika ia
mulai beranjak anak-anak yang mulai bisa mengamati lingkungan sekitarnya, saat
itulah mulai muncul bermacam-macam pertanyaan didalam pikirannya. Untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anak-anak masih sangat membutuhkan
bantuan dari orang terdekatnya untuk memuaskan pertanyaan-pertanyaan yang ada
di pikirannya, misalnya ibu, ayah, kakak. Kegiatan bertanya kepada orang
terdekatnya itulah yang dapat membuat alam pikiran anak dapat berkembang dengan
pesat. Namun, alam pikiran yang dimiliki seorang anak akan melemah jika
orang-orang disekelilingnya terlalu sibuk, tidak memperdulikannya, terlalu
malas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh anak tersebut. Dengan
demikian perkembangan alam pikiran anak tersebut akan terhambat.
Selain itu,
perkembangan alam pikiran manusia juga dapat mulai terbentuk pada zaman purba
hingga dewasa ini. Pada zaman purba, manusia sudah menghadapi berbagai
teka-teki yang ada, misalnya terbit dan terbenamnya matahari, pertumbuhan
pembiakkan makhluk hidup dan lain-lain. Karena rasa keingintahuan yang dimiliki
manusia pada zaman purba sangat kuat, maka mereka mulai menyelidiki apa yang
terjadi, apa penyebabnya dan apa akibatnya. Meskipun semua orang memiliki rasa
keingintahuan, tetapi tidak semua orang mampu dan mau mengadakan penyelidikan
sendiri. Banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk menjawab
persoalan-persoalan yang ada, misalnya dengan bertanya kepada orang yang lebih
berpengalaman. Pengetahuan yang telah didapatkan dan terkumpul itulah yang akan
diwariskan dari generasi ke generasi setelahnya atau selalu bertambah sesuai
dengan pengetahuan yang baru didapat.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar