Manusia dan Cinta Kasih
A.
Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan
segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami
kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan
berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik
positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi
tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan
massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini
bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh
manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut
pandang yang berbeda-beda, baik itu menurut biologis, rohani, dan istilah
kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah
spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
B. Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat
suka kepada sesuatu atau seseorang ataupun rasa sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta
kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir
bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama, tetapi terdapat
perbedaan juga diantara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian
mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain, bersumber
dari cinta yang mendalam itulah kasih yang dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sebab cinta
merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan
pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang
akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan
Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya
dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono.
Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman
dan kemesraan.
a). Keterkaitan adalah adanya perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang
lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati.
b). Keintiman, yaitu
adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda
dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti
bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang
dan sebagainya.
c). Kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai,
rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan
rasa sayang, dan seterusnya.
Di dalam kitab Suci Alqur’an, ditemukannya fenomena cinta yang
bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu : tinggi,
menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman
Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu
cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah
sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang fasik.”
Manusia dalam kehidupannya selalu
mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak
mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri, karena rasa cinta
saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih, karena cinta itu
sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin memiliki seutuhnya.
Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka akan timbul rasa cinta
sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta yang mendalam, dalam
artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah pasti cinta. Rasa suka
seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa cinta kasih.
Sumber:
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar