Senin, 05 November 2012

Manusia dan Penderitaan


Manusia dan Penderitaan
A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

B.    Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

C.     Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang maka timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.

D.    Kekalutan Mental (Frustasi)
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus dibatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental :
-         Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung.
-          Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
-          Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
-          Terjadinya konflik sosial budaya.
-          Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

E.     Penyebab Munculnya Penderitaan
-          Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini muncul karena disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan.

-          Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan rasa optimis lah yang dapat menjadi usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
F.     Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada di jagad raya ini dan yang menciptakan makhluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tidak pernah terikat dengan penderitaan.
Manusia memiliki sifat ingin terpenuhi segala hasrat dan keinginannya dan selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuhkan air dan udara, dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apabila salah satu diantara kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami penderitaan.
Banyak yang salah menafsirkan dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan kemudian rasa sakit yang terkadang membuat manusia mengalami kekuatan mental. Dalam menghadapi penderitaan tersebut manusia diharuskan memiliki sifat ketabahan.

Sumber :
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar