Manusia dan Penderitaan
A.
Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan
segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami
kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan
berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik
positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi
tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan
massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini
bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh
manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut
pandang yang berbeda-beda, baik itu menurut biologis, rohani, dan istilah
kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah
spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
B.
Pengertian Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata
derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung.
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,
ada yang berat dan ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya
intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai
langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Berbagai kasus
penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
C. Siksaan
Siksaan
dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan siksaan jiwa atau rohani.
Akibat siksaan yang dialami seseorang maka timbullah penderitaan. Siksaan yang
sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan,
kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebihan yang tidak pada tempatnya
disebut phobia. Banyak sebab yang
menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain : claustrophobia dan agoraphobia,
gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
D. Kekalutan Mental
(Frustasi)
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi
dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana, kekalutan mental
dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang
menghadapi persoalan yang harus dibatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah
secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang
mengalami kekalutan mental :
- Tampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada
lambung.
-
Tampak
pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan
mudah marah.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
-
Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
-
Terjadinya
konflik sosial budaya.
-
Cara
pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap
kehidupan sosial.
E. Penyebab Munculnya
Penderitaan
-
Penderitaan
yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan
ini muncul karena disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan
sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan
ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang
lainnya. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan
dengan alam juga dapat membawa penderitaan.
-
Penderitaan
yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan
manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun
kesabaran, tawakal, dan rasa optimis lah yang dapat menjadi usaha manusia untuk
mengatasi penderitaan itu.
F. Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Allah
adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha
kuasa atas segala yang ada di jagad raya ini dan yang menciptakan makhluk yang
bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tidak pernah terikat dengan
penderitaan.
Manusia
memiliki sifat ingin terpenuhi segala hasrat dan keinginannya dan selalu
membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk
kelangsungan hidup, membutuhkan air dan udara, dan membutuhkan penyegaran
rohani berupa ketenangan. Apabila salah satu diantara kebutuhan tersebut tidak
terpenuhi maka manusia akan mengalami penderitaan.
Banyak yang
salah menafsirkan dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai
menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat
penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan kemudian
rasa sakit yang terkadang membuat manusia mengalami kekuatan mental. Dalam
menghadapi penderitaan tersebut manusia diharuskan memiliki sifat ketabahan.
Sumber
:
(dengan
beberapa pengubahan dan penambahan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar