I. Konsep
Diri
Nama saya
Rheza Putri Pertiwi. Saya lahir di Bekasi, 10 November 1994. Saya merupakan
anak ketiga dari tiga bersaudara. Menurut saya, saya itu orangnya manja,
mungkin karena faktor saya anak terakhir ditambah saya merupakan wanita
satu-satunya dirumah setelah ibu saya tentunya. Jadi karena sifat manja itu
saya jadi kurang mandiri, masih bergantung dengan orang lain, apabila melakukan
suatu hal sendiri maka dipastikan sulit untuk berhasil dengan cepat
dibandingkan jika dibantu dengan orang lain. Selain itu, saya juga mudah
menangkap pelajaran yang diberikan dengan mudah namun mudah juga untuk lupa
dengan pelajaran tersebut apabila sebelumnya tidak diulang/dipelajari kembali. Saya
juga mudah bergaul, tetapi jika mengenai kedekatan saya lebih mudah dekat
dengan orang yang menurut saya sepaham dengan saya. Apabila tidak sepaham
mungkin saya hanya bergaul saja dengan dia tidak menjadi teman dekat.
Saya itu
sangat malas makannya saya sangat gemar untuk menunda pekerjaan atau
tugas-tugas yang ada tetapi jika sedang rajin maka saya akan menyelesaikan
pekerjaan tersebut dengan segera. Bukan hanya malas dalam menyelesaikan tugas,
tapi masih banyak kemalasan-kemalasan saya yang lainnya. Selain itu saya juga
orangnya rendah hati, mudah simpati, tekun, dan lain-lain. Saya juga orangnya
tidak suka menunggu dan tidak sabaran. Menurut saya, kekurangan saya lebih
banyak dibanding kelebihan yang saya miliki. Tetapi semoga orang lain yang
dekat dengan saya nyaman dengan keadaan saya dan semoga saya bisa mengurangi kekurangan
yang saya miliki menjadi suatu kelebihan.
·
Kelebihan :
1. Suka Menolong
2. Rendah Hati
3. Tekun
·
Kekurangan : 1. Malas
2. Tidak sabaran
3. Mood nya mudah naik turun
II. Contoh
Kasus Ketidaksehatan Mental
Terungkapnya Kematian Ayah Leeteuk “Super Junior”
Akhirnya penyebab kematian ayah Leeteuk `Super Junior` beserta
kakek dan neneknya terungkap. Polisi distrik Dongjak di Seoul, Korea Selatan,
mengumumkan hasil penyelidikannya terhadap kasus ini.
Sebelumnya, kabar beredar jika ayah dan kakek-nenek Leeteuk meninggal
dunia akibat kecelakaan tragis. Namun fakta di lapangan berkata lain.
Ayah Leeteuk ditemukan tergantung di langit-langit kamarnya.
Sementara kakek dan nenek Leeteuk meninggal dunia di atas tempat tidur dengan
posisi berdampingan.
Ayah Leeteuk meninggal dunia akibat bunuh diri. Ia sempat
menghabisi nyawa kedua orangtuanya (kakek-nenek Leeteuk) terlebih dahulu,
dilansir dari laman Ttwigo, Selasa (7/1/2014).
"Kami telah mendapatkan hasil penyelidikan jika Park Yong
(nama ayah Leeteuk) telah membuhuh kedua orangtunya terlebih dahulu sebelum bunuh
diri. Keluarganya sempat mengungkapkan jika Park Yong memang mengalami
depresi," ujar wakil dari Kepolisian di Dongjak.
Bahkan, ayah Leeteuk sempat membuat pesan bunuh diri. "Saya
akan membawa orangtua saya ke Surga untuk hidup yang lebih baik. Saya minta
maaf kepada anak-anak saya," begitulah isi pesan dari ayah Leeteuk.
Berdasarkan penyelidikan dari polisi, ayah Leeteuk mengalami
depresi sejak bercerai dengan istrinya 1998 silam. Ia pun tinggal bersama
dengan orangtuanya (kakek dan nenek Leeteuk).
Ternyata kakek Leeteuk mengalami demensia. Sementara, nenek
Leeteuk mengalami kanker paru-paru. Selain itu, ayah Leeteuk juga mengalami
kebangkrutan hingga meninggalkan banyak hutang.
Polisi tak akan melakukan otopsi terhadap tiga jenazah tersebut.
Keluarga Leeteuk telah menandatangani berkas penolakan dalam melakukan proses
tersebut.
Sumber :
Pendapat
Saya :
Menurut
saya, tindakan ayah leeteuk dikarenakan ia sudah terlalu merasa depresi dan
stress terhadap kehidupannya. Ia merasa bahwa sudah tidak ada lagi orang lain
yang bisa membantunya dan peduli dengan dia, salah satu penyebabnya karena ia
sudah bercerai dengan istrinya sementara kedua anaknya sibuk dengan urusan
masing-masing, selain itu orang tuanya pun sudah mengalami sakit-sakitan.
Tindakan
beliau sangat tidak baik dan sangat salah karena perbuatan bunuh diri serta
membunuh orang lain adalah perbuatan yang buruk apapun alasannya. Alangkah
lebih baik jika ayah leeteuk berusaha terlebih dahulu mencari solusi atau jalan
keluar untuk mengatasi penyebab depresi yang ia alami daripada harus memilih jalan
bunuh diri sekaligus membunuh kedua orang tuanya seperti ini agar masalah yang
ia alami selesai. Dan seharusnya ia harus lebih mendapatkan perhatian dari
orang-orang disekitarnya, agar dia bisa berbagi keluh kesah ke orang lain bukan
dipendam sendiri seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar