Selasa, 08 April 2014

Kesehatan Mental : Tulisan II

I. Pengalaman Tentang Stres
Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya stres baik stres yang ringan ataupun yang berat. Saya sendiri juga pernah mengalaminya. Kejadian ini terjadi saat saya berada di kelas 12 SMA. Seperti orang kebanyakan, saat menghadapi Ujian Nasional saya pun merasa stres. Stres karena memikirkan apakah nanti jawaban yang saya isi di lembar jawaban benar atau salah, sampai memikirkan bagaimana jika saya tidak lulus ujian saat itu. Nah, tepat di saat Ujian Nasional berlangsung di hari pertama, saya jatuh sakit. Tubuh saya benar-benar merasa drop. Mau melakukan apapun sulit. Akibat kejadian itu, tingkat stres saya pun bertambah.
Cara saya untuk menanggulangi stres yang saya alami adalah dengan berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan untuk menjalankan semuanya dan mencoba untuk tawakal. Saya juga mencoba untuk menenangkan diri dan berpikir positif bahwa sakit yang saya alami merupakan cobaan yang pasti saya bisa lewati dengan baik. Dan Alhamdulillah, saya dapat menjalankan Ujian Nasional tersebut dengan lancar walaupun saya benar-benar dalam keadaan sakit satu minggu full dan saya pun dapat lulus dengan hasil yang lumayan.

II. Contoh Kasus Tentang Stres
Istri Kabur, Rumah pun Dibakar
Liputan6.com, Tasikmalaya: Memed, warga Kampung Rancabungur, Tasikmalaya, Jawa Barat, belum lama ini, nekat membakar rumahnya. Bangunan yang sehari-hari dihuni pelaku ini rata dengan tanah. Perbuatan nekat ini diduga karena tersangka stres berat. Beberapa bulan silam, sang istri meninggalkan rumah karena dituduh berselingkuh.
Berita tentang terbakarnya rumah Memed cepat menyebar ke pelosok kampung. Dalam waktu singkat, warga berkumpul di lokasi kejadian. Pemadam kebakaran dibantu warga sekitar yang berusaha memadamkan api tak dapat berbuat banyak. Sebagian kerabat tersangka tak kuasa menahan tangis melihat rumah mereka hangus dilalap si jago merah.
Belakangan diketahui, sebelum membakar rumahnya, Memed sempat melukai dua kerabatnya dengan linggis, golok, dan senapan angin. Tangan Memed yang selalu menenteng senapan angin pun membuat aparat Kepolisian Sektor Indihiang, Tasikmalaya, kesulitan untuk membekuknya. "Terpaksa kami semprot dengan air," ungkap Kepala Polsek Indihiang Ajun Komisaris Polisi Yono. (JUM/Wendy Surya)
Sumber :

Pendapat Saya :

Menurut saya, dalam menghadapi masalahnya memed harus terlebih dahulu berfikir jernih. Jangan melakukan suatu hal tanpa berfikir terlebih dahulu. Perbuatan yang ia lakukan termasuk perbuatan yang merugikan orang lain, karena dampak dari perbuatan yang ia lakukan bukan hanya rumahnya yang hancur melainkan rumah kerabatnya pun ikut terbakar. Selain itu, seharusnya memed bercerita terlebih dahulu kepada kerabatnya tentang masalah yang ia derita agar sama-sama dicari jalan keluar yang tepat untuk pemecahan masalahnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar