Minggu, 29 Maret 2015

Psikoterapi Tugas I

Psikoterapi merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang cara-cara penanganan yang tepat berdasarkan pendekatan-pendekatan psikologis, dimana penanganan yang dilakukan adalah penanganan terhadap keadaan-keadaan psikologis yang dianggap dalam keadaan tidak baik yang dilakukan oleh tenaga-tenaga psikologi yang sudah terlatih dengan baik, yaitu tenaga yang mempunyai keahlian profesi psikologi, memiliki pemahaman terapi psikologis, dan mempunyai kewenangan bertanggung jawab terhadap proses psikoterapi. Psikoterapi diberikan kepada klien untuk tujuan memulihkan keadaan klien, meningkatkan kemauan klien untuk mengembangkan diri menjadi lebih positif. Pendekatan-pendekatan yang digunakan didalam psikoterapi adalah pendekatan yang sangat terkait dengan sudut pandang kajian psikologi, yaitu pendekatan dari psikoanalisa, pendekatan psikologi belajar atau behavioristik, pendekatan psikologi humanistik, dan pendekatan kognitif.

1.      Buatkan ulasan Anda mengenai:
A.    Pendekatan Psikoanalisa didalam Psikoterapi
Psikoanalisa merupakan metode terapi berdasarkan konsep Freud. Tujuan psikoanalisa adalah menyadarkan individu akan konflik yang tidak disadarinya dan mekanisme pertahanan yang digunakannya untuk mengendalikan kecemasan.
Teknik-teknik psikoterapi yang terdapat didalam psikoanalisa adalah:
a.       Asosiasi Bebas
Didalam asosiasi bebas, klien didorong untuk membebaskan pikiran dan perasaan serta mengucapkan apa saja yang ada didalam pikirannya tanpa penyuntingan atau penyensoran. Freud yakin bahwa ganjalan atau pengekangan diakibatkan oleh kendali tak sadar individu tersebut pada kawasan yang peka dan ini merupakan kawasan yang harus benar-benar dijajaki analisis.
b.      Penafsiran
Pakar psikoanalisa berupaya untuk mengatasi pengekangan atau ganjalan klien dan mendorong pemahaman diri yang lebih lengkap melalui penafsiran (interpretasi). Penafsiran biasanya mengambil satu dari dua bentuk. Pertama, terapis memperhatikan ganjalan yang terdapat didalam diri individu. Kedua, terapis dapat menyimpulkan sendiri apa hakikat dibalik pernyataan klien dan berupaya memberikan asosiasi selanjutnya. Jika penafsiran tepat pada waktunya, maka hal tersebut dapat mengisyaratkan asosiasi baru.
c.       Analisis Mimpi
Merupakan suatu prosedur yang penting yang menyingkap bahan-bahan yang tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang tidak terselesaikan.
d.      Transferensi
Merupakan teknik utama dalam psikoanalisa karena teknik ini mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalunya dalam terapi.

B.     Pendekatan Psikologi Belajar didalam Psikoterapi
Psikologi belajar merupakan metode terapi berdasarkan konsep Ivan Pavlov dan Skinner yang beranggapan bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari belajar. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah perilaku maladaptif (tingkah laku yang tidak sesuai) dan menggantikannya dengan perilaku yang lebih adaptif (tingkah laku yang lebih sesuai).
Teknik-teknik psikoterapi yang terdapat didalam psikologi belajar adalah:
a.       Desentisisasi Sistematik
Merupakan suatu cara yang digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperbuat secara negatif dengan menyertakan pemunculan tingkah laku yang berlawanan dengan tingkah laku yang hendak dihapuskan.
b.      Latihan Asertif
Merupakan suatu cara yang digunakan untuk latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan dengan cara mempertahankan hak dan harga dirinya.
c.       Terapi Aversi
Teknik ini digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk atau menghukum perilaku yang negatif dan memperkuat perilaku positif.
d.      Penghentian Pikiran
Teknik ini efektif digunakan untuk klien yang sangat cemas. Teknik ini terdiri atas pemunculan stimulus berkondisi secara berulang-ulang tanpa penguatan.

C.    Pendekatan Psikologi Humanistik didalam Psikoterapi
Psikologi humanistik berorientasi pada keunikan manusia dan pemahaman yang positif dan optimistis tentang kepribadian manusia serta memusatkan perhatian pada kecenderungan alami seseorang akan pertumbuhan dan perwujudan diri. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengembalikan klien kepada kehidupan perasaan dan mendorongnya untuk menemukan feeling-self nya yang asli, serta memperlancar pengkajian pikiran dan perasaan seseorang dan membantunya untuk memecahkan masalahnya sendiri.
Teknik-teknik psikoterapi yang terdapat didalam psikologi humanistik adalah:
a.       Terapis haruslah seorang yang kongruen dan terintegrasi dalam relasinya. Artinya, terapis harus mampu memiliki kepribadian untuk menampilkan diri yang asli, sehingga klien benar-benar merasa diterima sebagai pribadi apa adanya.
b.      Adanya pemberian penghargaan positif tanpa syarat kepada klien oleh terapis. Penghargaan ini merupakan perwujudan dari kepercayaan dasar sehingga dapat menciptakan rasa aman, iklim yang hangat, penuh kasih sayang dan kondusif bagi perubahan kepribadian klien.
c.       Kemampuan terapis untuk memahami secara empatik pengalaman klien. Memahami secara empatik hakikatnya adalah berada pada kondisi yang sama dengan pribadi klien dalam rangka penyadaran dan perubahan pribadi klien.

D.    Pendekatan Psikologi Kognitif didalam Psikoterapi
Psikologi kognitif merupakan metode terapi yang berdasarkan dari pemikiran “apa yang mengganggu jiwa manusia bukanlah peristiwa-peristiwa, tetapi bagaimana cara manusia itu bereaksi atau berprasangka terhadap peristiwa-peristiwa tersebut.” Tujuan dari pendekatan ini adalah membantu klien untuk merubah atau melepaskan kepercayaan yang salah dan menyimpang sehingga klien dapat berfikir lebih rasional dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

2.      Uraikanlah kasus apa saja yang bisa ditangani dengan pendekatan:
A.    Psikodinamik
Hye adalah seorang wanita berumur 30-an. Sampai usia yang sekarang, ia sama sekali tidak pernah menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. Setiap kali ada lelaki yang mendekatinya, ia tidak segan-segan untuk menolak keberadaan lelaki tersebut. Setelah ditelusuri apa penyebabnya, ternyata saat ia berumur belasan ia pernah melihat dan memergoki ayahnya sedang berselingkuh dari ibunya. Karena hal tersebut, ia menganggap bahwa semua lelaki sama saja pasti akan berkhianat dan melakukan perselingkuhan.

B.     Behavioristik
Park adalah seorang mahasiswi yang sangat takut pada kecoak. Semua yang berhubungan dengan kecoak dia sangat membencinya. Park akan menjerit, panik dan sesegera mungkin lari apabila ia melihat kecoak walaupun kecoak tersebut berada sangat jauh dari dirinya. Tak hanya itu, apabila Park melihat gambar maupun mainan yang berbentuk kecoak ia seketika akan merinding dan refleks menjerit.

C.     Humanistik
Jae adalah seorang pelajar yang sangat aktif disekolahnya dan prestasinya pun sangat baik. Semua temannya selalu meminta tolong kepadanya jika ada tugas sekolah. Namun Jae tidak bisa mengatakan “tidak” pada setiap temannya yang meminta pertolongan kepadanya. Sampa suatu hari Jae mendengar teman-temannya mengatakan bahwa mereka memiliki waktu yang banyak untuk bermain, mereka juga mengatakan bahwa Jae bodoh karena mau saja mereka suruh untuk mengerjakan tugas-tugas mereka. Mendengar hal itu Jae sebenarnya marah dan sangat membenci teman-temannya namun Jae tetap saja menolong teman-temannya karena Jae berkata pada dirinya sendiri bahwa wajar saja ia melakukan hal tersebut karena mereka adalah temannya dan sangat wajar jika Jae menolong mereka. Namun seiring berjalannya waktu, Jae sering ditegur oleh gurunya karena prestasinya sangat menurun karena Jae terlalu sibuk mengerjakan tugas-tugas temannya.

D.    Kognitif
Yuna sedang tidak senang hatinya, karena dalam perjalanan pulang dari kantornya dia harus berganti kendaraan dua kali. Pada bus pertama, keadaan bus sedang penuh dan tidak ada lagi kursi kosong. Namun ada seorang pemuda yang bersimpatik kepadanya dan memberikan tempat duduknya kepada Yuna. Pada bus kedua, keadaan bus tersebut penuh juga dan tidak ada lagi kursi kosong, namun bedanya di bus yang kedua tidak ada pemuda yang bersedia memberikan tempat duduk untuknya, sehingga Yuna harus berdiri berdesakkan didalam bus sehingga ia tidak berhenti-hentinya mengeluh. Dia berpikir bahwa semua orang di kotanya tidak ada yang sopan dan bersikap ramah terhadap seorang wanita. Semua penumpang hanya mementingkan dirinya sendiri tidak mementingkan orang lain.

3.      Berikan pandangan Anda mengapa kasus-kasus tersebut Anda anggap bisa ditangani oleh pendekatan:
A.    Psikodinamik
Berdasarkan contoh kasus diatas, maka kasus tersebut dapat ditangani dengan menggunakan pendekatan psikoanalisa karena perilaku klien yang sekarang muncul dikarenakan dari pengalaman masa lalu yang ia alami. Proses terapi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik asosiasi bebas dimana terapis mendorong klien untuk membebaskan pikiran dan perasaannya serta mengucapkan sebebas-bebasnya apapun yang berada dipikiran klien tanpa perlu menyuntingnya.

B.     Behavioristik
Berdasarkan contoh kasus diatas, maka kasus tersebut dapat ditangani dengan menggunakan pendekatan behavioristik tepatnya menggunakan teknik desensitisasi sistematik. Mula-mulanya terapis dapat memberikan gambar kecoak terlebih dahulu kepadanya, setelah itu melakukan relaksasi dan begitu seterusnya sampai klien tidak merasa takut pada gambar kecoak. Lalu terapis memberi mainan yang berbentuk seperti kecoak dan setelahnya kembali diberikan relaksasi sampai klien berani dengan untuk memegang mainan tersebut. Tahap selanjutnya, klien diberikan kecoak asli, setelah itu klien kembali diberikan relaksasi dan begitu seterusnya sampai akhirnya klien tidak takut lagi dengan kecoak.

C.     Humanistik
Berdasarkan contoh kasus diatas, maka kasus tersebut dapat ditangani dengan menggunakan pendekatan humanistik karena terapis mendorong klien untuk menjadi dirinya sendiri. Dimana pada kasus tersebut klien tidak berani untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan sampai akhirnya justru malah merugikan dirinya sendiri. Terapis harus dapat memberi dorongan kepada klien agar klien dapat mengungkapkan dan menemukan perasaan dan dirinya yang sebenarnya.

D.    Kognitif
Berdasarkan contoh kasus diatas, maka kasus tersebut dapat ditangani dengan menggunakan pendekatan kognitif karena pendekatan kognitif bertujuan untuk membantu klien merubah atau melepaskan kepercayaan yang salah dan menyimpang sehingga klien dapat berfikir lebih rasional dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Proses terapi yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberitahukan kepada klien untuk melihat sisi positif dari setiap keadaan, pada contoh kasus diatas klien akan senang hatinya apabila ia lebih mengingat dan memperhatikan pemuda yang bersimpatik yang menyerahkan kursi duduk di bus kepadanya dibandingkan dengan keadaan dia saat berada di bus kedua.



Sumber:
-          Atkinson, Rita L, Richard C.A, & Ernest R.H. (1853). Pengantar psikologi: edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga.
-          Gunarsa, S. D. (2012). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Libri.
-          Kahija, YF La. (2007). Hipnoterapi: Prinsip-prinsip dasar praktik psikoterapi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
-          Indryawati, R. (2005). Terapi kognitif. Tersedia: http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21334/Terapi+Kognit%09if.doc
-          Selvera, N.R. (2013). Teknik asosiasi bebas dan psikoedukasi untuk mengenali gejala penderita skizofrenia paranoid. Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 1, 1-6.
-          Sanyata, S. (2012). Teori dan aplikasi pendekatan behavioristik dalam konseling. Jurnal Paradigma, 14, 1-11.
-          Tirtojiwo. (2012). Terapi kognitif dan perilaku untuk penderita depresi
-          Handout Psikologi Konseling oleh Nurul Qomariyah.
-          Handout Psikoterapi oleh Erik Saut H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar