SISTEM
INFORMASI DAN PENERAPANNYA DALAM BIDANG MANUFAKTUR
Menurut
Hutahaean (2014), sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan. Sistem
informasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi
yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,
prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting, alat proses tipe transaksi rutin tertentu, pemberi sinyal
kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan
eksternal yang penting serta penyedia suatu dasar informasi untuk pengambilan
keputusan.
Saat
ini sistem informasi memiliki perkembangan yang pesat sehingga membuat sistem
informasi dapat dengan mudah diterapkan pada berbagai bidang salah satunya
dalam bidang manufaktur. Sistem informasi dalam bidang manufaktur banyak
dipakai di perusahaan manufaktur atau perusahaan yang menghasilkan produk
berupa barang yang dapat digunakan sebagai penyelesaian masalah untuk bidang
manufaktur sehingga proses dari produksi sampai barang jadi dapat lebih efektif
dan efisien. Sistem informasi manufaktur terdiri atas subsistem input, database, dan subsistem output. Subsistem input digunakan untuk mengumpulkan data dan memasukannya ke dalam
database yang meliputi pemrosesan data, teknik industri, dan inteligensi
manufaktur. Subsistem pemrosesan data mengumpulkan data lingkungan sebagai
hasil dari transaksi dengan pemasok, subsistem teknik industri mengumpulkan
informasi internal yang menjelaskan sistem produksi fisik, sedangkan subsistem
inteligensi manufaktur mengumpulkan data lingkungan yang menjelaskan serikat
pekerja dan pemasok. Sedangkan untuk subsistem output digunakan untuk menelusuri arus bahan sepanjang bidang
produksi yang meliputi produksi, inventarisasi, kualitas, dan biaya. Subsistem produksi
menjelaskan setiap langkah proses transformasi yaitu dari pemesanan bahan
mentah sampai peluncuran barang jadi ke pasar, subsistem inventarisasi
memelihara record konseptual yaitu
dari bahan mentah ke pemrosesan dan akhirnya sampai barang jadi, subsistem
kualitas digunakan untuk memastikan bahwa tingkat kualitas bahan mentah yang
diterima dari pemasok memenuhi standart yang dikehendaki, subsistem biaya
memberikan informasi kepada eksekutif perusahaan dan manajemen manufaktur
mengenai biaya proses transformasi.
Sumber:
Hutahaean, J.
(2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: Deepublish.
Tangkilisan, H.
N. S. (2007). Manajemen publik.
Jakarta: Grasindo.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/sisteminformasimanajemen/bab15_sistem_informasi_manufaktur.pdf
(diakses tanggal 02 Oktober 2015, pukul 10.00).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar