PENERAPAN SISTEM
INFORMASI DI BIDANG PSIKOLOGI
Sistem informasi merupakan
suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang,
fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan
untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, alat proses tipe transaksi rutin
tertentu, pemberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap
kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting serta penyedia suatu
dasar informasi untuk pengambilan keputusan. Sedangkan Psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari perilaku sebagai manifestasi dari kesadaran,
proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional.
Jadi, Sistem Informasi
Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang berkaitan dengan ilmu
psikologi yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi,
media, prosedur, dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah,
dan menyimpan data mengenai perilaku yang terlihat maupun yang tidak terlihat
secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data
tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan
tertentu. Penerapan sistem informasi dibidang psikologi sangat banyak, beberapa
diantaranya adalah untuk:
1. Tes
kepribadian. Tes kepribadian merupakan jenis tes yang bertujuan untuk
mengetahui kepribadian seseorang. Dalam tes kepribadian ini terdapat 12
kategori kepribadian yang dapat dipili oleh user
untuk mengukur kepribadiannya masing-masing, dimana ke-12 kategori
kepribadian tersebut terdiri dari: Kepribadian Hipokondriasis, Kepribadian
Depresi, Kepribadian Psikopatis, Kepribadian Paranoia, Kepribadian Panik,
Kepribadian Extrovert, Kepribadian Introvert, Kepribadian Romantis, Kepribadian
Jujur, Kepribadian Bersahabat, Kepribadian Bertanggung Jawab, Kepribadian
Pemimpin. Setelah user memilih salah
satu dari kategori kepribadian tersebut, lalu akan dilakukan proses pengukuran.
Pengukuran dilakukan melalui sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh user. Disini user hanya perlu memilih pilihan Ya atau Tidak. Apabila pertanyaan
yang ditampilkan sesuai dengan kepribadian user
maka user harus memilih Ya, dan
sebaliknya. Dalam setiap pertanyaan memiliki nilai tersendiri. DI akhir
pertanyaan, nilai-nilai yang didapat akan diakumulasikan sehingga akan didapat
suatu total nilai yang akan dilanjutkan pada sebuah kesimpulan.
2. E-Counseling
atau E-mail Counseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan
melalui internet. Dimana, proses terapi terlebih dahulu dilakukan melalui media
ini lalu kemudian menyusun rencana dalam melakukan intervensi psikologi setelah
itu proses dilanjutkan secara tatap muka. Fungsi dari e-counseling adalah untuk
membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya
sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk
melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam aplikasinya, psikoterapi online
menawarkan tantangan etika baru bagi mereka (para terapis) yang tertarik untuk
menggunakan media ini dalam memberikan pelayanan psikologi.
Sumber:
Basuki, A.M. Heru.
(2008). Psikologi umum. Depok:
Universitas Gunadarma.
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta:
Deepublish.
www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/computer-science/2009/Artikel_10104875.pdf
(Diakses tanggal 26 Oktober 2015, pukul 21.00).
http://www.slideshare.net/coryditapratiwi/paper-sippengantar-sistem-informasi-psikologi
(Diakses tanggal 26 Oktober 2015, pukul 21.00).
http://ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33562/SISTEM%2BINFORMASI.ppt
(Diakses tanggal 26 Oktober 2015, pukul 21.00).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar