Senin, 05 November 2012

Manusia dan Cinta Kasih



Manusia dan Cinta Kasih

A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
  
B.    Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada sesuatu atau seseorang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama, tetapi terdapat perbedaan juga diantara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih yang dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan.
a). Keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati.
b). Keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.
c). Kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Di dalam kitab Suci Alqur’an, ditemukannya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
       Manusia dalam kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin memiliki seutuhnya. Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka akan timbul rasa cinta sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta yang mendalam, dalam artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah pasti cinta. Rasa suka seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa cinta kasih.

Sumber:
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)

Manusia dan Keindahan



Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian berupa seni rupa, seni suara, maupun seni pertunjukkan yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaan yang dapat dibanggakan.
Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, keindahan juga dapat dikatakan bagian hidup manusia. Dimanapun, kapan pun, dan siapa pun dapat  menikmati keindahan.

A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

B.    Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah berupa segala sesuatu hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah dan lain-lain. Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Pengertian keindahan menurut beberapa ahli :
a). Herbet Read berpendapat bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
b). Thomas Aquinos berpendapat bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila dilihat.
c). Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan diterjemahkan dengan kata beautiful , bahasa Perancis keindahan diterjemahkan dengan kata beau , bahasa Italia dan Spanyol keindahan diterjemahkan dengan kata bello. Kata-kata tersebut berasal dari bahasa latin bellum sedangkan akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan. Kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi bonellum dan terakhir dipendekkan menjadi bellum.
Keindahan terbagi menjadi dua macam, yaitu :
-          Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak adalah keindahan yang tidak dapat terlihat secara fisik dan bersifat tidak beraturan tetapi nilai keindahan tersebut dapat dirasakan.
-          Keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang dapat terlihat , dirasakan dan dapat dikenang selama kita mengingatnya.


Menurut luasnya, keindahan dibedakan menjadi 3 pengertian, yaitu :
-          Keindahan dalam arti luas adalah keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
-          Keindahan dalam arti estetik murni adalah keindahan yang menyangkut pengalaman estetik seorang dlam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
-          Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan adalah keindahan yang hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan warna atau suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda diantar benda tersebut dengan si pengamat.
Dalam Keindahan terdapat Nilai Intrinsik dan Nilai Ekstrinsik. Nilai Intrinsik adalah nilai yang terkandung dari benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : dalam suatu tarian, nilai intrinsik itu berupa pesan-pesan yang mengandung makna tertentu dari keindahan setiap gerakan tarian tersebut. Sedangkan Nilai Ekstrinsik adalah nilai yang berasal dari luar benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat membantu. Contohnya : dalam suatu tarian, nilai ekstrinsik berupa kostum dan aksesoris lainnya yang mendukung gerakan tarian tersebut agar terlihat lebih indah.

C.     Hubungan Manusia dan Keindahan 
Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tersebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya. Dengan akal pikiran, manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang berakhir pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan kehendak atau keinginan pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri. Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan dan yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia tidak lain hanyalah sesuatu yang baik dan indah. Maka keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia karena dengan keindahan itu manusia merasa hidup nyaman. 
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terealisasikan. Ditambah lagi dengan anugerah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan. Oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu, manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedangkan manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

Sumber :
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)

Manusia dan Penderitaan


Manusia dan Penderitaan
A.    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif.
Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.
Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

B.    Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

C.     Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang maka timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.

D.    Kekalutan Mental (Frustasi)
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus dibatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental :
-         Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung.
-          Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
-          Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
-          Terjadinya konflik sosial budaya.
-          Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

E.     Penyebab Munculnya Penderitaan
-          Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini muncul karena disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan.

-          Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan rasa optimis lah yang dapat menjadi usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
F.     Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada di jagad raya ini dan yang menciptakan makhluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tidak pernah terikat dengan penderitaan.
Manusia memiliki sifat ingin terpenuhi segala hasrat dan keinginannya dan selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuhkan air dan udara, dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apabila salah satu diantara kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami penderitaan.
Banyak yang salah menafsirkan dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan kemudian rasa sakit yang terkadang membuat manusia mengalami kekuatan mental. Dalam menghadapi penderitaan tersebut manusia diharuskan memiliki sifat ketabahan.

Sumber :
(dengan beberapa pengubahan dan penambahan)